Senin, 22 Oktober 2012

Salam wr wb
Sudah sebulan saya menjalani kuliah di semester 5. Ini adalah tugas softskill Bahasa Indonesia pada pekan pertama bulan ke dua perkuliahan. Tugas kali ini akan membahas mengenai kalimat. Ini adalah dasar-dasanya sebelum masuk ke tugas mengenai kalimat, efektif, paragraf pada pekan berikutnya.
Pengertian Kalimat

adalah suatu bahasa kecil yang merupakan kesatuan pikiran. Dalam bahasa lisan kalimat diawali dan diakhiri dengan kesenyapan, dan dalam bahasa tulis diawali dengan huruf capital dan diakhiri dengan tanda titik, tanda seru dan tanda tanya.

Kalimat dinyatakan sempurna jika minimal memiliki subjek dan predikat :
  • Adi adalah pemenang lomba robot di Universitas Gunadarma
  • Joko memelihara binatang Ular
Struktur Kalimat dan Unsur-unsur Kalimat

Suatu kalimat bisa terdiri dari beberapa unsur seperti subyek, predikat, objek, pelengkap, dan keterangan. Keberadaan unsur-unsur ini dalam sebuah kalimat ini lah yang menyebabkan perbedaan struktur tiap kalimat. Untuk dapat disebut sebagai kalimat sempurna, dalam sebuah kalimat minimal harus memiliki subyek dan predikat.

Disebut subyek jika memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  1. Merupakan jawaban atas pertanyaan “apa” atau “siapa” kepada predikat.>/li>
  2. Biasanya diikuti dengan kata “itu”,”ini”, dan “yang” (sebagai pembatas antara subyek dan predikat).
Disebut predikat jika memenuhi ciri-ciri berikut :
  1. Menimbulkan pertanyaan “apa” atau “siapa”.
  2. Berupa kata “adalah” atau “ialah”.
  3. Dapat disertai kata-kata aspek atau modalitas seperti “telah, sudah, sedang, belum, akan”. Dapat diletakkan di depan verba atau adjektiva.
Disebut objek jika memenuhi ciri-ciri :
  1. Berada setelah predikat.
  2. Dapat menjadi subjek pada kalimat pasif.
  3. Didahului dengan kata bahwa.
Predikat yang berupa verba intransitif (berawalan ber- atau ter-) tidak memerlukan objek, verba transitif yang memerlukan objek kebanyakan berawalan me-.

Ciri-ciri pelengkap :
  1. Terletak di belakang predikat.
  2. Merupakan jawaban dari predikat untuk pertanyaan “apa”.
Sedangkan untuk ciri-ciri keterangan adalah dapat terletak dimana saja dalam kalimat.

Pola Kalimat

merupakan susunan kata dalam bahasa baik bentuk lisan ataupun tulisan yang mengungkapkan pikiran yang utuh. Jadi pola bisa diartikan dengan susunanataupun bentuk. Kalimat adalah gabungan antara dua kata ataupun lebih yang mempunyai pengertian untuk mengungkapkan sesuatu. Kalimat merupakan satuan dasar wacana, artinya wacana hanya akan terbentuk jika ada dua kalimat atau lebih yang letaknya berurutan berdasarkan kaidah kewacanaan. Adapun ciri-ciri kalimat yaitu sebagai berikut:
  1. Berwujud dalam bentuk lisan dan tulisan
  2. Kalimat aktif sekurang-kurangnya terdiri atas subjek dan predikat. Predikat transitif disertai objek, sedangkan predikat intransitif dapat disertai pelengkap.
  3. Mengandung pikiran yang utuh.
  4. Menggunakan urutan logis dan setiap kata mengandung fungsi (subjek, predikat, objek dan keterangan) dan disusun menurut fungsinya. Mengandung makna, ide, ataupun pesan yang jelas.
Dilihat dari segi bentuk pola kalimat bahasa Indonesia dapat dirumuskan sebagai kontruksi sintaksis terbesar yang terdiri atas dua kata atau lebih. Hubungan struktural antara kata dan kata atau kelompok berbeda-beda. Antara kalimat dan kata terdapat satuan sintaksis, yaitu “klausa” dan “frasa”. Klausa merupakan kelompok kata yang sekurang-kurangnya terdiri atas predikat dan objek. Sedangkan frasa adalah sintaksis yang terdiri atas dua kata atau lebih yang tidak mengandung unsur prediksi.

Macam-macam Kalimat Berdasarkan Pola
  • Kalimat inti : kalimat yang terdiri dari inti subyek dak inti predikat.
  • Kalimat luas (peluasan dari kalimat inti)
  • Kalimat transformasi (peubahan dari Kalimat inti)
Sumber :
http://ridwanaz.com/umum/bahasa/pengertian-kalimat-definisi-kalimat/
http://echyaya.blogspot.com/2010/10/struktur-kalimat-bahasa-indonesia.html
http://meugah.com/pendidikan/pola-kalimat-bahasa-indonesia.htm