Sabtu, 11 Mei 2013

Kemajuan teknologi memberikan banyak perubahan pada kehidupan kita. Dampak yang terjadi tentu bisa kita rasakan sendiri. Perkembangan internet kian hari semakin pesat serta aksesnya yang mudah di jangkau di mana pun berada, membuka peluang masuknya informasi tanpa batas. Informasi tersebut dapat bersifat mendidik atau bahkan merusak.

Menyikapi hal ini, salah satu perusahaan asal inggris bernama Raspberry Pi Foundation memperlihatkan rasa kepeduliannya lewat Raspberry Pi yang merupakan single board computer seukuran kartu kredit (85.60 mm × 53.98 mm). Komputer mini ini nantinya akan diperkenalkan di setiap sekolah guna memberikan pendidikan dasar mengenai teknologi sejak dini. Tujuan akhirnya adalah merangsang pendidikan dan perkembangan anak supaya mampu merancang dan mengimplementasikan dasar elektronik, tidak hanya sebatas pengguna biasa yang hanya bisa mengoperasikan saja. Beberapa survey membuktikan bahwa rata-rata anak saat ini memiliki sudah memiliki smartphone atau gadget yang ironisnya justru lebih sering digunakan untuk bermain game, facebook, dll. Hal tersebut bisa berakibat buruk pada perkembangan karakter dan mental si anak kedepannya.



Eben Christopher Upton yang merupakan Technical Director and ASIC architect Broadcom sekaligus sebagai pendiri Raspberry Pi Foundation memiliki visi dan misi bahwa memberikan pendidikan berbasis komputer di sekolah secara dini akan mampu merangsang ketertarikan serta mengubah cara berinteraksi anak dengan komputer. Beberapa perusahaan komersil, sekolah, museum, dan rumah sakit menyambut positif akan hal ini. Apalagi harga yang ditawarkan per-unit sangat terjangkau. Saat ini terdapat dua model Raspberry Pi, model A dan model B. Model A memiliki harga kisaran $25 per-unit sedangkan model B memiliki harga lebih mahal yaitu $35 per-unit. Perbedaan kedua model tersebut terletak pada penambahan controller untuk fungsi network-nya. Pada model B network controller telah terintegrasi pada board-nya.

Secara spesifikasi, Raspberry Pi menggunakan arsitektur berbasis ARM dengan System on Chip (SoC) Broadcom BMC2835 dengan CPU ARM1176JZF-S berkecepatan 700 MHz. Sedangkan untuk pengolah grafisnya menggunakan Broadcom VideoCore IV yang sudah mendukung OpenGL ES 2.0, MPEG-2 and VC-1, 1080p30 h.264/MPEG-4 AVC high-profile decoder and encoder. Raspberry Pi dapat dijalankan menggunakan sistem operasi berbasis open source seperti GNU/Linux. Raspberrypi.org menyarankan beberapa OS, yaitu Debian, Raspbian Wheezy, Arch Linux ARM, dan QtonPi. Seiring perkembangannya beberapa OS lain seperti Free BSD, Gentoo Linux, Google Chrome OS, Slackware ARM, dll akan mampu berjalan di perangkat ini.

Untuk melakukan instalasi sistem operasi ini dibutuhkan cara yang sedikit berbeda dibanding cara konvensional seperti lewat CD/DVD. Raspberry Pi tidak menggunakan harddisk sebagai media storage, namun digantikan oleh SD card sehingga dibutuhkan komputer lain untuk menyalin image OS yang akan diinstal ke SD card. Terdapat banyak aplikasi untuk menyalin image OS di internet baik yang mendukung Windows maupun Linux yang bisa Anda manfaatkan contohnya Win32DiskImager.

Karena hanya berupa single board computer, tentu dibutuhkan komponen lain untuk mengoperasikannya. Selain SD card dan OS, Anda akan membutuhkan sebuah keyboard, mouse, power supply, kabel audio. Konektor pada keyboard dan mouse disarankan menggunakan USB karena Raspberry Pi tidak menyediakan port PS/2. Sedangkan untuk power supply Anda dapat membuatnya sendiri atau menggunakan standar charger handphone dengan spesifikasi DC 5V/ 700mA.

Sumber : http://verydiaz.weebly.com/3/post/2013/04/raspberry-pi-komputer-mini-untuk-skala-pendidikan.html